Wawancara Majalah Forbes Edisi Agustus Dengan Tiffany

fany


Song Junho adalah manajer cabang Seoul Metlife HO&F, dan perencana keuangan dalam manajemen aset. Tempat ini menjadi nomor 1 dalam hal pengelolaan aset, diantara 110 cabang yang ada di Korea. Menangani kira-kira 500 klien pribadi berdasarkan kekuatan manager cabang. 40 klien diantaranya adalah selebritas terkenal dan bintang olahraga. Tiffany termasuk salah satunya.

Kami bertemu dengan Tiffany (24 tahun) dari girl group beranggotakan 9 orang dari SM Entertainment, Girls’ Generation. Dengan kulit putih susu dan senyum indahnya, dia adalah seorang penyanyi yang menawan. Setelah debut dengan album mereka ‘Into the New World” di tahun 2007 lalu, Girls’ Generation telah tumbuh menjadi seorang bintang dunia. Album ‘IGAB’ mereka, yang dirilis awal Januari tahun ini, meraih posisi pertama, tidak hanya di Korea tapi juga di chart musik Amerika Serikat (AS). Mereka menempati posisi kedua dalam daftar “40 Power Celebrities” Forbes Korea di bulan Maret. Setelah promosi album Girls’ Generation berakhir, masing-masing member menunjukkan bakat dengan melakukan promosi individu. Tiffany, yang tumbuh di AS, menunjukkan kemampuan berbicara bahasa Inggris-nya yang lancar. Aktivitas terbarunya di AS menarik perhatian orang-orang. Di awal Mei lalu, dia melakukan lemparan pembuka pada pertandingan LA Dodger di Stadion Dodger. Tidak seperti harapan orang-orang, bolanya tidak melayang sangat jauh.

Mengenang hari itu, Tiffany menunjukkan wajah kecewanya. “Aku masuk ke lapangan dengan terburu-buru setelah terus-menerus melakukan wawancara. Yang aku sadari kemudian aku sama sekali tidak memakai sarung tangan. Tapi Ryu Hyunjin menenangkanku, mengatakan lemparanku lebih jauh dari lemparan Jessica dulu, jadi tak masalah. (tertawa) Jika diberikan kesempatan lagi, aku ingin banyak latihan dan melakukannya dengan benar.”


Sebulan kemudian, dia bertemu dengan dan mewawancarai aktor top Hollywood, Brad Pitt. Pitt terpilih untuk tampil pada sebuah program TV, saat ia di Korea untuk mempromosikan filmnya. Disini, Tiffany datang untuk mewawancarai sebagai penyanyi K-pop terkenal di negaranya, dan dengan kemampuannya dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ia mempersiapkan wawancara ini berhari-hari. Ia menonton semua film yang pernah diperankan Pitt sampai sejauh ini. Dan karena persiapannya yang teliti, wawancaranya berjalan dengan lancar. Tiffany menyatakan, “Wawancaranya singkat, tapi menyenangkan. Aku pikir tadinya dia akan benar-benar berkarisma, tapi saat aku bertemu dengannya, sikap penuh perhatian dan ramahnya meninggalkan kesan untukku.”

Cara Tiffany berhasil menjadi anggota Girls’ Generation yang sukses adalah melalui latihannya yang teratur. Saat ia terpilih di Los Angeles tahun 2004 lalu, dia baru berusia 15 tahun. Untuk memenuhi impian masa kecilnya menjadi penyanyi, dia naik pesawat ke Korea sendirian. Itu adalah awal dari dirinya sebagai trainee SM. Setiap hari, dari mulai latihan vokal, teknik nafas, menari, dan hal-hal lainnya, ia mencoba menyesuaikan dirinya mulai dari yang mendasar. Semua pelajaran tersebut ia ulang-ulang terus selama 2 tahun. Bersamaan dengan pelajaran vokal, disela-selanya ia juga mempelajari akting dan kelas bahasa. Disaat yang sama, ia juga mengajar bahasa Inggris. Ini karena dia tidak punya cukup uang karena harus mandiri sejak kecil.

Rajanya hemat & menabung yang mengendarai sebuah mobil kecil

Setelah melalui 3 tahun kehidupan sebagai trainee, ia debut sebagai seorang penyanyi. Bahkan sampai sekarang, dia tidak malas untuk terus berlatih. Dia punya sebuah buku catatan khusus. Setelah sebuah konser selesai, dia akan menilai ulang hal-hal dimana ia salah dan ada kekurangan. Dia mengakui kesalahannya, berlatih lagi dan semakin menguatkan dirinya.

Berkat latihannya yang giat, kemampuan bahasa Koreanya semakin baik, bahkan sampai ke titik dimana dia bisa ditunjuk untuk menjadi MC pada program televisi, dan juga di konser-konser besar. Di tahun 2011 lalu, dia mencoba bermain dalam sebuah musikal. Bermain sebagai peran utama di ‘Fame’, mewujudkan mimpi dan cinta dari murid-murid sebuah sekolah seni, dia menerima review yang baik berkat antusiasmenya.


Anggota Girls’ Generation lainnya juga mengkonfirmasi kalau ia adalah rajanya berhemat. Cara kau tahu bagaimana hal itu adalah saat ia baru-baru ini membeli sebuah kendaraan pink. Di saat ia bisa membeli mobil yang mahal, ia memilih membeli mobil yang kecil, mobil produksi Korea. “Aku masih muda, jadi aku tak perlu mobil yang mahal. Dari rumahku di Chungdam-dong, Seoul, jarak terjauh yang harus kutempuh adalah hanya sampai Sinsa-dong. Aku rasa aku belajar pentingnya uang karena aku sudah mandiri sejak kecil. Aku menabung, memikirkan masa depanku.” Di akhir tahun lalu, ia menjadi duta kehormatan dari organisasi non-pemerintah Global ROPE. Global ROPE adalah organisasi non-profit yang terdaftar di Kementerian Perdagangan dan Urusan Luar Negeri, yang menyediakan pendidikan dan kesejahteraan untuk anak-anak yang hidup di lingkungan yang sulit di seluruh penjuru dunia.

“Aku ingin membantu. Itu adalah salah satu alasan kenapa aku bekerja keras dan terus menabung. Sekarang, sulit untuk melakukannya karena aktivitasku, tapi aku ingin pergi ke Afrika untuk melakukan kegiatan amal. Keluargaku sudah berpartisipasi. Aku rasa itu akan menjadi waktu yang bernilai dan berharga. Aku paling ingin membantu warga yang sudah tua dan anak-anak yang kelaparan.”

Girls’ Generation memulai tur dunia pertama mereka tahun ini. Mulai di Seoul, mereka berencana untuk mengadakan konser di Asia, Amerika Utara, Amerika Selatan, dan juga di kota-kota besar lainnya. Mereka mengadakan dua konser pada 20-21 Juli di Taipei Arena, Taiwan. Semua 22.000 kursi berhasil terjual. Tiffany tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya dengan mengatakan, “Ini seperti mimpi.” Setelah mereka debut, salah satu mimpinya adalah untuk bisa mengadakan sebuah tur dunia. Dia sangat menantikan konser solo Girls’ Generation bisa diadakan di kota asalnya, Los Angeles.


Bukan investasi yang ditangguhkan tapi investasi yang diakumulasi

Manajer cabang Song Junho memberikan banyak bantuan kepada Tiffany untuk memahami teknik berinvestasi. Dari mulai membuat akun, mendaftarkan asuransi, ia juga mengajarkan Tiffany tips dasar berinvestasi. Manajer Song menyatakan, “Dia cepat mengerti dan belajar cara berinvestasi. Dari awal, aku membuatnya supaya Tiffany bisa melakukannya sendiri. Sejumlah artis memilih untuk memakai ruang VIP di perusahaan finansial ini. Mereka hanya tinggal mempercayakan dana mereka kepada PB. Tapi berbeda dengan Tiffany, ia ingin mencobanya sendiri. Baru-baru ini, ia menandatangani berbagai produk jasa keuangan dengan mengunjungi beberapa bank. Para penggemar sering menjumpainya, tapi dia tidak menunjukkan tanda-tanda merasa terganggu, dan ia menikmatinya.”

Setelah membuat rekening untuk menyimpan uangnya, ia menyimpan dananya dalam waktu yang terpencar. Karena ia adalah penyanyi, seperti halnya bintang olahraga, yang mendapat uang sekaligus banyak dalam satu waktu. Di saat kau berfokus kepada penghasilan, kau harus menyiapkan portofolio dengan baik dalam rangka mempersiapkan masa depanmu. Dana jangka-pendek disimpan ke akunnya, mengakumulasikan suku bunga. Dana jangka-pendek adalah dana lancar untuk situasi ‘bagaimana-jika’. Karena pajak global terendah untuk batas penghasilan finansial telah turun dari 40juta won ke 20juta won, dana untuk membayar pajak juga dibutuhkan. Uang tengah juga diaplikasikan kepada dananya. Karena dia masih muda, investasi agresif dengan sebagian asetnya menjadi mungkin. Daripada investasi yang ditangguhkan, waktu investasi disebar dengan investasi akumulasi. Investasi jangka-panjang bisa menjadi sumber uang Tiffany saat dia melakukan kegiatan amal. Manajer cabang Song menyarankan asuransi donasi. Donatur menjadi kontraktor, dan organisasi yang berkontribusi ditunjuk sebagai penerima manfaat. Jika donatur meninggal, uang asuransi akan diberikan kepada organisasi yang terkait. Tidak hanya itu, tapi setiap bulan, sejumlah uang diberikan dimanapun donatur ingin menjadi sponsor.

Eng Trans by Soshified: http://www.soshified.com/2013/08/tiffany-featured-in-forbes-korea-magazine
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Poskan Komentar