Wawancara Sooyoung Untuk Majalah ELLE Edisi September


ELLE: Kau baru saja menyelesaikan drama pertamamu sebagai peran utama, “Dating Agency: Cyrano”. Aku jujur saja terkejut dengan aktingmu yang sama sekali tidak menunjukkan kalau dirimu adalah seorang idol.
Sooyoung: Aku tak berharap untuk mendengar orang-orang memberitahuku kalau aku melakukannya dengan baik. Karena aku mengalami banyak kendala saat syuting.
ELLE: Dari mulai caranya berbicara, sampai ke gerak-gerik tubuhnya, “Gong Minyoung” terlihat sangat menyenangkan,
Sooyoung: Lega mendengarnya. Bagaimana aku terlihat atau kepribadianku sebenarnya tidak sama seperti dia, jadi aku kira akan canggung rasanya untuk memaksa diriku menjadi karakter yang menyenangkan. Saat aku melihat para aktris, yang bermain bagus di drama-drama komedi romantis, seperti senior Gong Hyojin, mereka tidak berusaha untuk terlihat cantik. Aku mencoba untuk membuat diriku menjadi terbiasa dengan nyaman.
ELLE: Aku kira akan sulit bagi seorang idol untuk tidak berakting cantik.
Sooyoung: Tahun lalu, aku mendapat peran sebagai seorang pasien yang menderita tumor otak dalam drama pertamaku, “The Third Hospital”. Aku sedikit kecewa pertama kali karena harus memakai pakaian pasien dan tidak memakai banyak makeup. Tapi, setelah benar-benar bertemu dengan pasien sebenarnya yang sedang bertarung dengan penyakitnya, aku jadi merasa bodoh pernah berpikir seperti itu. Aku rasa dengan tidak berusaha terlihat cantik akan membuat aktingku terlihat lebih alami. Tapi aku masih kaget saat melihat TV. Karena aku terlihat begitu jelek disana. (tertawa)

ELLE: Aku paham kalau kau mempersiapkan dirimu untuk menjadi seorang aktris dari sejak lama.
Sooyoung: Apa yang aku ingin lakukan sejak awal adalah berakting. Disaat masa depanku telah ditentukan selama masa pelatihanku, aku mencoba banyak audisi untuk mendapat jalan sebagai seorang aktris. Sementara diriku menjauh dari ‘jalan’ tadi karena aktivitasku sebagai penyanyi di Girls’ Generation, aku selalu menyimpan impianku untuk berakting. Saat melihat para member menemukan fokus pekerjaan mereka masing-masing, satu per satu, aku menunggu kesempatanku datang. Aku menerima banyak naskah, dan juga ada banyak pekerjaan dimana aku adalah kandidat kuat untuk perannya, tapi mereka memang belum jalanku.


ELLE: Selama ini kau pasti terus mempertajam keahlianmu?
Sooyoung: Saat aku masih trainee, aku gagal dalam banyak audisi jadi aku berlatih untuk melepaskan sesuatu yang memang bukan ‘bidang’ku. Pastinya, ada waktu dimana aku mempertajam keahlianku. Aku tidak tahu pekerjaan apa yang aku inginkan, tapi apapun yang sudah aku dapat, aku akan mengerjakannya dengan baik. Tapi wajar jika aku tidak menjadi target untuk suatu peran. Baik produser maupun sutradara, mereka akan berpikir keras sebelum memberikan sebuah peran kepada aktor pilihan mereka. Berapa banyak resiko jika memilih aku yang tak punya pengalaman sama sekali. Jadi aku sangat bersyukur kepada mereka yang percaya dan memberikan kesempatan kepadaku.

ELLE: Pasti ada orang yang berpikir posisi yang kau dapat sekarang mudah kau peroleh karena kau ada di “Girls’ Generation”.
Sooyoung: Itu benar. Aku rasa komentar negatif kepada idol yang berakting adalah sesuatu yang harus aku bisa melaluinya. Jika aku memulainya sendirian, mungkin kesempatan-kesempatan itu tak akan datang sama sekali kepadaku. Kedua drama itu tidak perlu mendapat rating yang tinggi, tapi, di sisi lain, aku merasa lebih lega karenanya. Benar kalau aku mendapat banyak kesempatan karena aku seorang anggota Girls’ Generation. Tapi aku tak merasa sedih atau menjadi stres karena hal itu, tapi terus bekerja keras dengan pikiran yang bahagia. Member lain mungkin memikirkan hal yang sama.

ELLE: Di dua dramamu ini kau memerankan gadis muda yang ceria dan bersemangat. Apakah ada jenis peran lain yang ingin kau coba?
Sooyoung: Aku ingin berakting di luar karakter yang jelas. Seorang gadis yang bisa kau temukan di dekatmu, gadis normal, tapi egois. Bukan sebuah karakter yang terlihat jahat dengan jelas, tapi seseorang yang menjadi egois saat bekerja atau berada dalam situasi tertentu. Contohnya, peran yang Kim Minjung unnie mainkan di drama “New Heart”?

ELLE: Kau dijuluki sebagai idol yang paling stylish dalam kehidupan sehari-hari. Kau adalah ikon dari fashion bandara juga.
Sooyoung: Menjadi beban bagiku jadi aku mencoba berpakaian dengan bagus untuk tujuan tersebut. Tapi ketika tidak berhasil menjadi topik pembicaraan, aku kecewa. (tertawa) Itu saat aku mendapat pakaian sponsor. Aku memilih dan berpakaian sendiri, tapi aku bolak-balik berganti pakaian dan khawatir selama satu jam. Selain prinsip “jangan berlebihan”, aku tak punya hal khusus terkait fashion. Aku mencoba konsep chic yang orang lain belum pernah coba. Bukan pakaian-pakain yang terihat cantik dalam pandangan pertama, tapi aku ingin berpakaian dengan berbeda dan memberikan kesan yang “keren”. Tapi aku tak cukup percaya diri untuk mengambil resiko. Jika mencoba untuk memasangkan jaket Stella McCartnet, sepatu slingback, dan tas genggam yang aku pakai selama pemotretan? Sementara hal itu mungkin cocok dengan jalanan Paris selama minggu fashion, tapi aku tak yakin jika untuk fashion bandara.


ELLE: Sepertinya kau yang paling senior di Girls’ Generation. Kau debut paling pertama pada 2001 di Jepang sebagai grup duo Korea-Jepang.
Sooyoung: Ya, sudah 10 tahun sejak aku bergabung dengan SM. Di usia dimana aku tidak tahu apapun, aku memulainya dengan satu “bakat” yang aku rasa aku miliki. Aku pergi bolak-balik ke Jepang, dengan pesawat sendirian di usiaku yang baru 12 tahun. Saat aku melihat BoA unnie mnejadi nomor 1 di chart Oricon, aku berpikir, “Aku mungkin akan menjadi nomor satu juga jika aku pergi ke Jepang,” tapi aku tidak bisa mewujudkannya. Dengan menaiki kereta, setelah menyelesaikan jadwal, aku mengikuti berbagai jenis audisi. Saat itu, aku melalui waktu yang sulit karena tidak bisa hadir di sekolah dengan baik, dan karena rasanya seperti aku tidak menerima cukup pelatihan seperti trainee-trainee lainnya di Seoul. Tapi, aku bersyukur karena semua hal itu, aku mendapatkan aset yang berharga yaitu kemampuan bahasa Jepang, dan juga sudut pandang dunia hiburan yang benar-benar berbeda. Jika aku memulainya dengan Girls’ Generation, aku rasa akan banyak perbedaan dari diriku hari ini.

ELLE: Saat kau mengunjungi Jepang lagi sebagai seorang anggota Girls’ Generation, kau pasti langsung teringat dengan kenangan disana.
Sooyoung: Ya, sejujurnya aku hampir menangis. Saat kami turun di bandara, ada banyak penggemar yang menunggu. Aku berpikir, “Apa yang tidak bisa aku raih sendirian, sekarang aku bisa meraihnya bersama para member”. Saat itu, aku dalam keadaan terpuruk. Posisiku di grup tidak jelas, dan aku menjadi pengamat untuk diriku sendiri. Bahkan jika ada pekerjaan yang datang, aku jadi kebiasaan berpikir, “Mungkin itu bukan pekerjaan untukku”. Tapi, saat kami mencoba di Jepang, aku merasakan betapa berharganya para member, aku akhirnya bisa membantu tim ini. Sebelumnya, baik itu kemampuan menyanyi atau menariku, tak ada yang bisa kulakukan agar timku mendapat perhatian. Sampai di titik dimana mencoba membuat wajahku terkenal hanya dengan melakukan impersonasi pada acara variety show. Aku senang bisa membantu timku dengan setidaknya dengan lancar berbicara bahasa Jepang. Aku sempat berpikir kalau aku mengalami kemunduran, tapi setelah dipikirkan lagi, aku sedang menuju arah yang benar.

ELLE: Kau belajar bahwa usaha itu tidak akan sia-sia. Bersama dengan kebijakan untuk menunggu sebuah kesempatan datang.
Sooyoung: Jika kau menggambar masa lalu Girls’ Generation dalam sebuah grafik, ada beberapa stimulus bagus di waktu yang tepat. Kami adalah tim dengan keberuntungan yang baik. Saat kami mendapatkan popularitas dengan sebuah lagu hits di Korea, aktivitas Jepang kami dimulai. Kami mendapatkan pengalaman baru dengan dunia hiburan Jepang, dengan sistemnya yang benar-benar berbeda dengan Korea. Setelah itu, kami pergi Amerika Serikat, dan mulai melakukan aktivitas individu. Jika semua itu datang dalam satu waktu, mungkin kami tidak akan sanggup melakukannya.


ELLE: Ada banyak pendapat berbeda tentang gaya musik baru di album “I Got A Boy” Girls’ Generation, yang dirilis awal tahun ini. Bagaimana pendapatmu?
Sooyoung: Saat mendengar lagunya untuk pertama kali, aku pikir akan sukses. Aku pikir kami akan mendapat respon seperti, “ah seperti yang diharapkan, ini memang Girls’ Generation”. (tertawa) Tapi saat kami bersembilan bersama, sangat sulit untuk menyanyikan bagian-bagiannya secara terpisah. Jika satu orang menyanyi, kami akan mengontrol perubahan pitch seperti, mulai dengan kuat, mengendurkan di tengah dan kembali klimaks. Para member juga sama, memberikan energi mereka di bagian mereka masing-masing. Aku sedikit kecewa keseimbangannya tidak keluar dengan jelas.

ELLE: Kekhawatiranmu pasti semakin besar saat kau merilis sebuah album.
Sooyoung: Aku mengerti kalau memakai kostum yang sama dan melakukan tarian grup adalah hal yang paling cocok dengan kami, dan itu adalah yang kami lakukan dengan terbaik. Kami juga tidak bisa melakukan hal yang sama selamanya. Pertama-tama, apa yang Girls’ Generation tuju adalah bermusik yang sesuai dengan usia kami. Seiring berlalunya waktu, kami akan terus mencoba konsep baru dengan berbagi ide antarmember.

ELLE: Aku dengar kau tipe orang rumahan.
Sooyoung: Aku tak begitu suka untuk keluar rumah sampai larut malam. Dan juga, ibuku tidak suka hidup tanpa ‘aturan’. Dia selalu memberitahuku. Tak peduli sebanyak apa uang yang kau peroleh dan seberapa terkenalnya dirimu di luar sana, kau tetap hanya ‘anak perempuanku’ di rumah. Jadi banyak hal yang berbenturan saat aku memulai hidupku di dunia hiburan. Aku ingin bertingkah seperti bayi dan bersantai dengan nyaman di rumah. Tapi sekarang aku rasa aku paham apa yang ibuku maksudkan. Dia sangat peduli karena jika di rumah saja tidak ada aturan, apa yang akan terjadi di luar sana nantinya.

ELLE: Kau mengakui di televisi jika ayahmu sedang menderita sebuah kelainan penglihatan.
Sooyoung: Sebenarnya itu bukan tujuan awalku, tapi fokusnya sepertinya pada “penyakit ayah Sooyoung”, jadi aku kecewa. Ini bukan tentang siapa ayahku, dan apa yang sudah aku pelajari dari beliau. Tapi aku tahu kalau hal itu akan terjadi berdasarkan karakter dari televisi. Penyakit itu (degenerasi pigmentasi retina) berkembang perlahan jadi kau ternyata hidup tanpa sadar bersama penyakit ini. Lebih jauh lagi, ayahku tak pernah memperlihat sisi lemah dirinya. Aku banyak belajar dengan melihat ayahku mempelajari penyakitnya sendiri, memberikan kuliah dan membantu pasien lainnya.


ELLE: Hal apa yang menurutmu menjadi panduan paling penting saat hidup sebagai seorang artis?
Sooyoung: Secara objektif, lihatlah dirimu sendiri. Jujur, bahkan ketika aku tidak dalam tahap itu, jika orang-orang di sekitarku terus memujiku, aku akan salah paham kalau aku sudah menjadi sesuatu. Ini adalah hal yang semua member setuju. Tidak untuk menjadi seekor katak yang besar dalam sebuah kolam kecil. Aku khususnya berpikir penting untuk mengetahui apa yang orang-orang di usiaku lakukan. Saat kami bersama, kami berpikir dunia dimana kita berada adalah segalanya, tapi akan berbeda jika kau sedikit melihat ke luar. Ada orang-orang yang menaiki bus untuk bekerja setiap hari . Ada beberapa orang yang belajar giat, untuk mendapat beasiswa dan bisa kuliah. Aku mencoba untuk tidak melupakan bagian-bagian kehidupan yang seperti itu.

ELLE: Apakah ada sesuatu yang kau ingin dirimu sempurna di dalamnya?
Sooyoung: Aku iri dengan orang yang memiliki dunia mereka sendiri, dunia yang unik. Dan juga, bukan hal-hal yang didramatisir atau dipalsukan, tapi yang benar-benar terjadi. Aku tak suka jika orang-orang menjadi tidak nyaman karena diriku, jadi ada banyak momen dimana aku mengatakan aku baik-baik saja, tapi sebenarnya tidak. Tapi hal-hal berlangsung dengan baik di sekitarku, walau tak pernah begitu baik. Jika kau melihat Lee Hyori unnie, jika duniamu sendiri sudah jelas, dan kalau pikir dirimu itu benar, kau tak perlu berkompromi. Aku ingin bisa memiliki kemampuan yang seperti itu.

ELLE: Apa yang menjadi impianmu kedepannya? Bukan sebagai seorang gadis, tapi sebagai wanita dewasa.
Sooyoung: Jika kau seorang wanita, pastinya kau mengimpikan memiliki sebuah keluarga yang bahagia. Membayangkan keluarga dari 8 member disampingku benar-benar menyentuh. Jika aku bisa melihat teman-teman Girls’ Generation-ku menikah dan mempunyai anak, itu saja rasanya sudah seoerti sebuah keajaiban.

ELLE: 24 tahun. Bukankah ini adalah saat dimana kau paling cantik dalam hidupmu?
Sooyoung: Ketika aku 20 tahun, orang-orang mengatakan kau paling cantik saat kau berusia 20 tahun. Kemudian yang lainnya mengatakan usia 30 adalah awal dari seorang wanita. (tertawa) Saat waktu terus berlalu, aku akan merasa sedih. Hidup dengan tidak mengikuti isi hatiku dan hidup dengan batas dan kontrol diri. Bagaimanapun juga, aku harus bisa melakukannya jadi aku akan berpikir itu adalah keputusan yang baik.


Sources: Elle Magazine, je-kwon
Eng trans by: Soshified
Indo trans by: TnY @ SONE Indonesia

 
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Poskan Komentar