Sunny Menerima Pujian Untuk Penampilannya Pada Acara “Grandpas Over Flowers”

s1

“Aku akan bicara dengan Sooman. Aku bisa memintanya untuk membiarkanmu disini sehari lagi!” Ini adalah pertama kalinya para kakek itu mencoba untuk membuat seseorang tinggal lebih lama. Wajah serius Lee Seojin saat mengatakan, “Apa yang akan kulakukan saat kau pergi?” bukanlah akting. Semua perasaan mereka ditujukan kepada Sunny. Satu-satunya hal yang dipikirkan para kakek dan Lee Seojin adalah mereka tidak bisa membiarkan Sunny pergi.

Untuk seorang Lee Seojin, edisi Taiwan tvN “Grandpas Over Flowers” adalah pengalaman yang berlawanan dari edisi Eropa. Tak seperti di Eropa, dimana dia harus melakukan beberapa tugas dan berlari ke berbagai tempat tanpa sempat mengelap keringatnya, perjalanan Taiwan ibarat oasis di padang pasir, bagai cahaya di tengah kegelapan, karena Sunny telah menunggu untuk menemaninya dalam perjalanan nanti.

Lee Seojin menunjukkan sisi ceria dari dirinya yang bahkan membuat orang-orang berpikir, “Bagaimana bisa lesung pipinya terus-terusan muncul?” dan, “Dia adalah orang yang bisa tesenyum dengan ceria.” Hal ini bahkan membuat Lee Seojin sangat bahagia dan tidak mempermasalahkan ini adalah sebuah program variety dan dia harus menjaga para kakek lagi nantinya. Dia berjalan-jalan ke luar negeri dengan bebas, bersama Sunny yang ia harap-harapkan.

Terlebih, Sunny menunjukkan sikap terpuji dengan merawat para kakek dengan lebih baik daripada yang Lee Seojin lakukan. Ini bukan hanya etika sopan-santun. Dia membuat para kakek senang. Sunny meringankan langkah, menyenandungkan nada-nada saat di bus, dan tetap tersenyum walaupun cuaca panas di Taiwan.



Di antara semua hal, keajaiban yang Sunny buat kepada Baek Ilsub sangat menakjubkan. Baek Ilsub, yang tidak menyukai jalan kaki dan melihat-lihat sepanjang jalan, benar-benar berubah. Ia berjalan sejauh 300 meter tanpa mengeluh dan dengan aktif berjalan-jalan di museum, yang sebelumnya tak pernah ia lakukan. Ini berkat kekuatan senyum tulus Sunny dan pencapaiannya yang terbesar, berkat kepribadian sosial dan ceria Sunny di Taiwan.

Bagaimanapun juga, ini menjadi hal yang dipikirkan oleh Lee Seojin. Ia melihat satu-persatu para staf, termasuk produser Na Youngsuk, dengan pikiran seolah berkata, “Apa yang akan kulakukan jika Sunny pergi setelah menciptakan suasana seperti ini?” Hal ini dapat dimengerti. Kebahagiaan para kakek karena kehadiran Sunny akan segera hilang setelah ia pergi, menjadi masalah yang dipikirkan Lee Seojin.

Tidak hanya Lee Seojin seorang yang tidak ingin Sunny pergi. Para kakek setengah memaksa dan mengancam Sunny untuk tidak pergi. Lebih jauh lagi, mereka sampai menghubungi SM Entertainment dan meminta mereka untuk menunda sehari penerbangan Sunny. Ini adalah situasi yang sulit. Sunny ada jadwal ke Amerika Serikat setelah acara itu.

Tapi permintaan tiada akhir “Grandpas Over Flowers” berbuah izin dari SM. Ini adalah momen dimana semua orang merasa lega. Sunny bisa tinggal sehari lagi di acara ini, dan Lee Seojin juga bisa melihat Sunny sehari lagi. Yang terpenting, semua pemain dan Lee Seojin bisa menghabiskan hari yang menyenangkan lagi di Taiwan, semua berkat si “happy virus”, Sunny.



Hal ini bisa dilihat sebagai bentuk paling ideal dan sempurna dari perlakuan sebuah girl group kepada sebuah program variety. Tentu saja, acara “Grandpas Over Flowers” harusnya berterima kasih kepada Sunny. Terbang ke Taiwan dan menjaga para kakek layaknya anak perempuan sendiri bukanlah hal yang mudah. Tanpa kepribadiannya yang ceria, perjalanan Taiwan “Grandpas Over Flowers” mungkin akan berakhir persis seperti perjalanan Eropa mereka dulu.

Terlebih, kemunculan Sunny di “Grandpas Over Flowers” menjadi keuntungan tersendiri untuk dirinya. Cara penonton melihat Sunny akan terbentuk. Ini juga menjadi kesempatan yang bagus untuk bisa melihat pesona Sunny di antara kesembilan anggota Girls’ Generation. Ini juga membuat Sunny, yang juga membangun image Girls’ Generation, menjadi kartus as dari grupnya.

Sunny tidak banyak menuntut. Dia tertawa dengan lepas, meminum gelas yang diberikan para kakek dan tanpa ragu menunjukkan toleransi tingginya terhadap alcohol, dan bahkan wajah tanpa makeup-nya setelah mencuci muka. Selama acara tersebut, Sunny tidak menunjukkan sama sekali kalau ia adalah anggota Girls’ Generation. Sunny di “Grandpas Over Flower” bukan member sebuah girl group terkenal, tapi hanya seorang gadis-25-tahun yang diundang oleh para staf.

Dalam preview episode tanggal 6 September lalu, ada potongan adegan dimana Sunny mengucapkan selamat tinggal. Ia akhirnya menangis, air matanya membuat hati penonton tersentuh. Tidak ada aturan yang mengatakan semua orang yang menangis dalam sebuah program harus dikritik. Berdasarkan alasan tangisannya, bisa dibilang itu adalah “sesuatu yang membuat terkejut” atau “sesuatu yang dipindahkan”. Semoga, girl group lain bisa belajar dari Sunny bagaimana caranya bersikap dalam sebuah program variety.

Sumber: Soshified
Indo trans by: TnY @ SONE Indonesia
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Poskan Komentar