Wawacara - Dari 'Genie' Hingga 'Wolf': Dsign Music Percaya Musik Masa Depan Dimulai Dengan K-Pop



Penggemar bisa menjadi puitis selama berjam-jam mengenai aspek positif dari musik yang datang dari Korea Selatan saat ini, tapi lebih dari sekedar pecinta berat yang melihat K-pop atas industri musiknya yang inovatif. Produser musik, penulis lagu, dan orang dalam industri dari seluruh penjuru dunia berbalik ke arah Korea untuk melihat bagaimana mereka bisa terlibat. Menurut Robin Jenssen, CEO dari Dsign Music, K-pop dilihat oleh produser barat sebagai titik masuk ke dalam pasar musik Asia yang lebih besar.

Kalian memiliki 2/3 dunia di Asia, mengapa kalian harus bertahan pada jutaan orang di Amerika Serikat dan Eropa? " Jenssen bertanya selama percakapan telepon kita minggu lalu. "Itu adalah pasar yang sangat kecil. Semua orang ingin menjadi bagian dari hal baru itu [pasar]. Ketika semuanya terbuka [di Asia], itu akan menjadi sesuatu yang besar bagi musik.

Korea dan Asia secara keseluruhan telah menjadi sesuatu yang besar bagi Dsign Music, yang mana telah menciptakan sesuatu yang hits bagi semua orang mulai dari Girls' Generation dan TVXQ di Korea hingga EXILE dan Namie Amuro di Jepang hingga Jolin Tsai di Taiwan, dan selain itu, Ricky Martin. Penggemar K-Pop berhutang banyak ke Dsign, mempertimbangkan bahwa tim produksi berbasis Norway menciptakan lagu hits seperti "Genie" dan "I Got A Boy" SNSD, EXO "Wolf", F(x) "Rum Pum Pum Pum", dan lagu debut Red Velvet yakni "Happiness". Lagu Korea terakhir mereka, Baekhyun dan Suzy "Dream" memuncaki nomor satu di Korea Selatan dan nomor tiga di tangga lagu Digital Billboard dunia. Kebanyakan lagu-lagu terbaru Korea Dsign adalah Apink dan album terbaru Red Velvet .

Tapi sebelum "Genie ( Tell Me Your Wish" keluar di tahun 2009, Jenssen tidak memiliki ide tentang apa yang terjadi di Korea Selatan, atau fakta bahwa Dsign akhirnya akan menciptakan beberapa lagu-lagu yang paling populer. Itu sebenarnya penerbit kami yang memanggil kami suatu hari dan berkata 'Hey, kalian tahu mereka masih menjual satu ton rekaman di jepang dan Korea?' Kami seperti, 'kami bahkan tidak tahu apa itu," Jenssen berkata sambil tertawa. "Kami tahu dimana tapi kami tidak berpikir tentang musik. Kami tidak memiliki petunjuk."



Setelah "Genie" memuncaki tangga lagi di Asia, Jenssen dan timnya pergi untuk melihat penampilan SNSD di Tokyo Done. "Kami memiliki 4 wawancara TV saat kami berada di stadium dan ada ribuan orang berjalan di sekitar stadium. Kemudian kami menyadari "Oke, kami ingin melakukan lebih banyak lagi disini."


Jenssen juga mengkredit iTunes dan Spotify untuk membuka musik Asia ke pendengar barat yang memiliki akses yang sedikit ke industrik musik non Amerika atau Eropa.

Sejak itu, Dsign telah menyatu dengan fondasi K-pop. Mereka bekerja secara dekat dengan SM Entertainment, yang cenderung bekerja dgn dekat dengan banyak produser barat, tapi juga memproduksi musik untuk artis non-SM seperti Lee Hyori ("Bad Girls), Spica ("Tonight"), Rainbow ("Energy"), Boys Republic ("Video Game"), dan 9 Muses ("Hurt Locker"). Jenssen menjalani aspek bisnis Dsign dari hari ke hari, tapi memiliki peran yang cukup dalam menciptakan lagu mereka: suaranya dapat didengar dalam beberapa detik di bagian paling akhir single SNSD "Beep Beep."

Saat menciptakan lagu, Jenssen mengungkapkan bahwa tidak hanya musik yang para produser luar negeri harus berikan kepada perusahaan Korea, namun keseluruhan konsep. “Musik di Asia adalah semuanya yang berkaitan dengan video, tarian, pemasaran, dan bagaimana menyatukannya dalam satu paket,
dia menjelaskan Contoh yang baik adalah lagu “Wolf” dari EXO. Kamu dapat melihat semua anak-anak/remaja di Seoul berjalan-jalan dengan tangan mereka di udara dan melolong ‘awoo!’. Mereka menjual banyak merchandise berdasarkan dengan lagu tersebut karena itu adalah sebuah lagu konsep. Dan kamu akan mengerti semuanya ketika kamu melihat video dan melihat bagaimana orang-orang memberikan reaksi terhadap lagu tersebut. Lagu yang lainnya juga merupakan lagu konsep, sehingga terkadang kami akan menuliskan beberapa ide untuk videonya juga untuk memastikan bahwa konsep ini sama sampai akhir.



Jenssen menjelaskan bahwa produser dari luar belajar bahwa K-pop itu berdasarkan pada sintesis dari konsep yang kuat dengan irama musik Amerika, seperti hip-hop dan R&B, dan melodi Eropa, dimana elektropop masih menonjol. Tetapi K-pop tidak hanya meniru gaya barat menurut Jenssen, Ia menyoroti Selena Gomez sebagai penyanyi yang paling berhasil membawakan nada/suara yang mirip dengan K-pop dalam pasar musik berbahasa Inggris. “Banyak sekali lagu-lagu di Amerika yang sekarang ini terdengar lebih mirip K-pop yang sudah kami lakukan selama lima tahun ini, dengan sedikit lebih banyak hal yang berbeda dengan beberapa bagian di dalam lagu. Ketika kami memenangkan penghargaan dari Youtube untuk lagu ‘I Got A Boy’ milik Girls’ Generation, hal tersebut digambarkan sebagai ‘Bohemian Rhapsody-nya’ tahun 2013 karena lagu tersebut memiliki semua unsur di dalamnya. Itu adalah sesuatu yang dikenal dari K-pop.

Dan Dsign Music percaya bahwa musik Korea, dan industri musik di seluruh Asia, menawarkan sebuah perbatasan baru secara khusus karena laju ekspor yang pesat, yang mana Jenssen mengatakan meniru model terkini dari lagu berbahasa Inggris. “Kebanyakan pemasukan streaming dari artis-artis Amerika datang dari seluruh dunia. Sama dengan Inggris. Sehingga Inggris dan Amerika selalu unggul dalam penjualan dikarenakan penjualan di luar negeri seperti halnya Korea yang membangun jalannya untuk menjadi pasar ekspor musik di Asia.

Sehubungan dengan masa depan Dsign di Korea, Jenssen, sayangnya, mengatakan bahwa mereka memiliki beberapa lagu yang direncanakan untuk tahun ini, tetapi dikarenakan pendekatan rahasia Korea Selatan terhadap promosi Ia tidak diperbolehkan untuk memberikan penjelasan lebih lanjut.

Apa yang kamu pikir tentang peran Korea untuk musik di masa yang akan datang? Lagu dari Dsign manakah yang paling kalian sukai? Bagikan pendapat kalian di kolom komentar di bawah dan pastikan untuk mengikuti situs ini dan ikuti kami di Facebook, Twitter, Instagram, dan Tumblr untuk selalu mendapatkan berita terbaru dari kami.

Sumber : http://kultscene.com/
Indo.trans : Serenity and Hanna Wiyah Harahap (Team Translator SONE Indonesia)
Posted by Butterfly Kiss
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Poskan Komentar