Penata Gaya SNSD Mengungkapkan Sisi Gelap Dari Agensi Hiburan


Penata gaya Seo Soo-Kyung berbicara mengenai karirnya dan masalah struktural dalam bisnis pakaian K-Pop.

Setelah lebih dari delapan tahun mengurusi penampilan ikon fashion K-pop SNSD, penata gaya Seo Soo-kyung sering disebut member kesembilan dari group tersebut untuk ikatan kekeluargaan dan bagian dari sejarah dengan para member.

Awal mula kerterikatan dengan Girl Grup sensasional tersebut yakni Album ketiga yang berjudul "The Boys" di tahun 2011, Seo telah berkembang dan tumbuh berdampingan dengan SNSD untuk menjadi seorang super penata gaya yang sekarang memiliki portofolio mengesankan yang disorot untuk menjalin hubungan kerjasama dengan bintang global PSY dan Seventeen.

Sebagai seorang ahli fashion terdepan yang tahu apa yang menjadi tren sebelum orang lain tahu, Seo juga menciptakan rangkaian konten media sosialnya sendiri yang disebut "Soo's Style." Pendapat sartorial dan tips fashion untuk publik sangat terkenal dan menginspirasi penata gaya lainnya.

"Bekerja dengan SNSD membuat aku menyadari betapa pentingnya fashion di dunia K-pop, dan aku menarik para penggemar fashion K-pop di seluruh dunia," kata Seo dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan The Korea Herald di Seoul. Ia melanjutkan "Tujuanku adalah terus berbagi apa yang aku ketahui dengan mereka melalui konten media sosial milikku sendiri, daripada meluncurkan produk sendiri, yang penata gaya lain ingin lakukan."

Seo sangat sibuk akhir-akhir ini sehingga dia hampir tidak memiliki waktu untuk makan, katanya saat wawancara sambil menyuapkan salad ke mulutnya.


Terlepas dari kesuksesan dan ketenarannya, Seo menggarisbawahi bahwa masalah struktural di industri adalah rintangan utama bagi mereka yang ingin membangun karir sebagai penata gaya di Korea.

Menurut Seo, stasiun TV lokal menjadi pusat masalah utama, karena agensi K-pop dan para artis mereka tidak menghasilkan banyak uang setelah tampil di acara TV. "Ini lingkaran yang bahaya. Artis K-pop dan orang-orang yang bekerja dengan mereka seperti penata gaya dan manajer biasanya dibayar kecil, seperti agensi-agensi K-pop, termasuk agensi SNSD yaitu S.M. Entertaiment, yang tidak dibayar dengan banyak setelah bekerjasama dengan stasiun TV, " kata Seo.

Seo mengungkapkan bahwa penata gaya mendapatkan hampir tidak ada uang setelah uang diberikan kepada para artis terlebih dahulu. Sebagian besar waktu mereka diperlakukan buruk oleh agensi K-pop dan stasiun TV. "Kami bekerja siang dan malam untuk artis kami, tapi kami tidak mendapat apa yang pantas kami terima dari kedua pihak. Jadi yang paling menjadi pendapatan kami datang dari luar industri, seperti syuting iklan. Dan orang-orang dari periklanan mengeluh bahwa kami penata gaya yang meminta banyak uang. Apa yang bisa kami lakukan? Kami tidak dibayar dari ladang utama kami," dia menjelaskan.

Ketika Seo pertama kali memulai kerja, dia tidak dibayar atas pekerjaan juga. Itu membutuhkan tiga bulan untuk menghasilkan 300,00 won ($265) per bulan, katanya. Seo menekankan bahwa tujuan lain darinya adalah membuat jalan untuk lingkungan bekerja yang lebih baik untuk penata gaya yang lebih muda. Dia akan memulai mendidik penata gaya junior dan berkomunikasi drngan publik lewat kreasi dari konten fashion. Seo telah mengajar murid-murid penata gaya di Perguruan Tinggi Industri Budaya Chungkang sejak Februari tahun kemarin.


"Apakah kalian tahu bahwa S.M. memberikan gaji terendah untuk artis dan karyawan mereka di industri? Mereka memiliki mindset yang seperti ini, 'Kalian harusnya berterima kasih pada kami karena mampu bekerja dengan grup superstar seperti SNSD."

Telah terlibat dalam industri ini hampir selama 15 tahun, Seo menyaksikan bagaimana fashion K-pop berubah dari tahun ke tahun.

Mengkredit Big Bang untuk ketenaran fashion K-pop di seluruh dunia, Seo mengatakan boyband yang ada diantara pelopor untuk fitur lebih merendah mendekati fashion. Pakaian grupnya realistis dan hop seperti fashon jalanan di Harajuku dan dengan mudah diterima publik dengan baik.

"Sebelum Big Bang, kostum artis K-pop artis seperti benar-benar kostum. Pekerjaan penata gaya adalah mengcopy baris dari desaigner terkenal dan membuatnya ulang menjadi kostum panggung. Tapi Big Bang berbeda dalam hal itu mereka sebenarnya memakai pakaian keluaran terbaru dari koleksi desaigner. Publik bisa juga berpakaian seperti Big Bang. Dari hal itu, bintang Kpop seperti 2NE1 dan BTS memulai memakai koleksi pakaian," kata Seo.

Ia melanjutkan "Belakangan ini, ini sedikit berat untuk memberi gaya pada para bintang K-pop, sebagian penggemar mereka biasanya siswa-siswa belia/remaja. Mereka lebih menyukai seragam sekolah, dimana mereka gunakan sehari-hari, untuk mengangkat merek fashion untuk para bintang K-pop favorit mereka. Itu sulit untuk memenuhi selera mereka." 



Seo kemudian berbagi seperti apa berkerja dengn SNSD. Dia menyebut Sooyoung sebagai renungan fashionnya, sementara itu menyebut Hyoyeon adalah member yang paling menantang ketika tentang gaya.

"Sooyoung, ia memiliki badan yang sempurna yang bisa di pakaikan kostum jenis apapun. Aku bisa membuatnya bergaya dengan cara apapun. Untuk Hyoyeon, dia tidak mendengar pendapatku pertamanya, dia ingin memakai pakaian girlish seperti YoonA dan Tiffany. Tapi sekarang dia tahu bagaimana bergaya untuk dirinya sendiri menurut image nya," ujarnya.

Ditanya bagaimana dia berurusan dengan kabar baru-baru ini bahwa tiga member dari grup Tiffany, Sooyoung dan Seohyun tidak memperbarui kontrak dengan agensi mereka, Seo mengangkat bahu dan berkata, "Baiklah, aku tidak berpikir ini masalah besar karena aku tidak berpikir SNSD akan bubar.”
"Orang-orang terus menanyai pendapatku tentang isu ini seperti kalau hal tersebut merupakan masalah besar. Jika mereka bubar, aku akan patah hati juga, karena aku juga penggemar berat dari grup tersebut. Tapi yang perlu di garis bawahi adalah, para member tidak memandang masalahnya dengan serius, dan aku secara pribadi berpikir SNSD tidak akan bubar." Tutup Seo.

Sumber : The Korea Herald
Indo.trans : Pinkpinkeu and Alfiflyer99 (Team Translator)
Editor : Butterfly Kiss
SONE Indonesia 
Share on Google Plus
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment