Panggung K-pop untuk Olimpiade


Olimpiade terakhir kali digelar di Korea Selatan pada tahun 1988 silam, dimana musik K-pop masih didominasi oleh lagu ballad yang lembut dan tenang. Tahun ini, Korea Selatan akan menggelar Olimpiade musim dingin di Pyeongchang, dan menyambutnya dengan pendekatan evolusi musik dan budaya pop mereka.

Ekspor utama Korea Selatan adalah K-pop, istilah tersebut sering digunakan untuk menggambarkan musik pop yang ceria, menggebu-gebu, penuh polesan dan sangat hyperreal (melebihi kenyataan) yang mendominasi industri musik negara ini berkat konglomerat entertainment yang agresif dalam merekrut dan melatih talenta muda. Genre ini terkenal dengan kepresisiannya, gaya busana flamboyan dan kerapihan yang dipinjam dari R&B dan hip-hop Amerika, yang digabungkan menjadi kreasi gaya dan suara yang tidak ada celah, tanpa rekanan global. Bersama dengan K-drama dan berbagai budaya pop muda lainnya, menjadikannya hal penting bagi citra Korea Selatan di mata dunia.

Eksistensi K-pop untuk upacara pembukaan Olimpiade Jum'at nanti dikabarkan terbatas, hanya menampilkan penampilan dari Ha Hyunwoo dari band rock indie Guckkasten, Ahn Jiyoung dari duo grup K-pop Bolbbalgan4 dan Jeon Inkwon dari band rock Deulgukhwa.

Namun untuk acara penutupan pada 25 Februari nanti akan lebih meriah dengan hadirnya CL, yang memulai debutnya sebagai anggota 2NE1, dan boyband EXO. Ada juga penampilan K-pop lainnya yakni reuni dari boyband 2PM. Bulan lalu, penyanyi asal Korea Utara Hyon Songwol memimpin delegasi pejabat Korea Utara dalam kunjungannya ke Korea Selatan untuk mempersiapkan penampilan kebudayaan yang akan menjadi bagian dari acara ini.

Berikut adalah 10 lagu selama dua setengah dekade sejarah K-pop, mulai yang terlihat paling serius ke paling berwarna.


Seo Taiji and Boys, ‘Nan Arayo’ (1992)




H.O.T., ‘Candy’ (1996)




Diva, ‘Yo Yo’ (1999)




g.o.d., ‘Lies’ (2000)




Rain, ‘It’s Raining’ (2004)




BoA, ‘Everlasting’ (2006)




Girls’ Generation, ‘Gee’ (2009)




2NE1, ‘I Am the Best’ (2011)




G-Dragon, ‘Crayon’ (2012)




BTS, ‘DNA’ (2017)





Sumber: NYTimes
Diterjemahkan oleh: @taengo11 - soshindonesia.com


Ingin membantu kami mengembangkan situs ini? Kamu bisa mengunjungi halaman FAQ untuk mengetahui caranya.
Powered by Blogger.